Silaturahmi Keluarga Besar MTsN 5 Sragen, Perkuat Kebersamaan dan Kekeluargaan

 Silaturahmi Keluarga Besar MTsN 5 Sragen, Perkuat Kebersamaan dan Kekeluargaan

Sragen (Humas) – Bukan sekadar berkumpul, silaturahmi dan pengajian keluarga besar MTsN 5 Sragen menjadi ruang untuk semakin mengenal, menguatkan kebersamaan, dan merawat ikatan kekeluargaan. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan yang digelar pada Ahad, 13 September 2026, di kediaman Bapak Kusdiyanto, S.Pd., Gondang.

Kegiatan yang diikuti keluarga besar MTsN 5 Sragen tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Para guru, pegawai, dan Komite hadir bersama keluarga, sehingga pertemuan tidak hanya mempererat hubungan antarrekan kerja, tetapi juga membuka kesempatan bagi masing-masing keluarga untuk saling mengenal lebih dekat.

Kepala MTsN 5 Sragen, H. Muhsin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi dan pengajian keluarga besar madrasah yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan perlu terus dipertahankan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam menjaga kerukunan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan MTsN 5 Sragen.

“Silaturahmi seperti ini sangat baik untuk menjaga kerukunan. Kita bisa saling mengenal lebih dekat, bukan hanya dengan bapak dan ibu guru, tetapi juga dengan keluarganya. Bahkan, kita jadi tahu rumah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut H. Muhsin, hubungan yang baik di lingkungan kerja tidak cukup hanya dibangun melalui rutinitas kedinasan. Kebersamaan akan semakin kuat ketika seluruh keluarga besar madrasah memiliki ruang untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai dan akrab.

“Dengan saling mengenal, rasa kekeluargaan akan semakin tumbuh. Ketika sudah merasa sebagai satu keluarga, tentu akan lebih mudah untuk saling membantu, menghargai, dan menjaga kebersamaan,” tambahnya.

Perbedaan adalah Rahmat Allah

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rifa’i. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menyikapi perbedaan dengan bijaksana.

“Perbedaan adalah rahmat dari Allah,” tutur Ustadz Muhammad Rifa’i.

Ia menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan dengan karakter, kemampuan, pola pikir, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi justru dapat menjadi kekuatan apabila disikapi dengan saling menghargai, memahami, dan melengkapi.

Pesan tersebut terasa relevan dengan kehidupan keluarga besar MTsN 5 Sragen. Di tengah beragam karakter dan latar belakang, setiap individu memiliki peran dan kelebihan masing-masing. Ketika perbedaan mampu dikelola dengan baik, akan lahir kebersamaan yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian di madrasah.

Guru Tak Hanya Mencetak Murid Pintar

Ustadz Muhammad Rifa’i juga mengingatkan bahwa tugas guru memiliki tantangan yang tidak ringan. Guru bukan hanya bertanggung jawab membuat peserta didik menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Guru mencetak murid yang pintar itu mudah, tetapi mencetak murid yang pintar dan benar itu sulit,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi para pendidik bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, berakhlak, dan mampu menerapkan kebaikan dalam kehidupan.

Karena itu, guru dituntut tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Keteladanan dalam sikap, ucapan, tanggung jawab, dan kepedulian menjadi bagian penting dalam proses membentuk generasi yang pintar sekaligus benar.

Kegiatan silaturahmi dan pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar MTsN 5 Sragen untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas pengabdian.




Melalui silaturahmi yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan ini, keluarga besar MTsN 5 Sragen tidak hanya semakin dekat secara personal, tetapi juga semakin kokoh sebagai satu keluarga besar dalam mengantarkan madrasah menuju madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.

(ma/dpw)